Beranda Artikel Umum Cegah Hipertensi Sejak Dini

Cegah Hipertensi Sejak Dini

Cegah Hipertensi Sejak Dini: Kenali Tekanan Darah Tinggi dan Terapkan Pola Hidup CERDIK

Hari ini kita beralih dari topik DBD ke hipertensi (tekanan darah tinggi) agar publikasi kesehatan UPTD Puskesmas Paguat tetap bervariasi.

1. Artikel Website

Kategori: Promosi Kesehatan | Penyakit Tidak Menular

Pendahuluan

Merasa sehat belum tentu tekanan darah normal!

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak menimbulkan gejala. Banyak orang baru mengetahui tekanan darahnya tinggi ketika melakukan pemeriksaan kesehatan atau setelah mengalami komplikasi.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting, bahkan ketika tubuh tidak merasakan keluhan.

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada tingkat yang tinggi secara menetap.

Pada orang dewasa, hipertensi umumnya didiagnosis apabila hasil pengukuran tekanan darah di fasilitas kesehatan menunjukkan tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih, berdasarkan pemeriksaan yang memadai.

Diagnosis tidak sebaiknya ditentukan hanya dari satu kali pengukuran tanpa mempertimbangkan kondisi pasien.

Apa Saja Faktor Risiko Hipertensi?

Faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi antara lain:

Sebagian faktor risiko dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.

Kenali Gejala dan Bahayanya

Hipertensi sering kali tidak memiliki gejala khusus.

Pada tekanan darah yang sangat tinggi, sebagian orang dapat mengalami sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri dada, atau sesak napas.

Namun, keluhan tersebut tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya cara untuk mengetahui tekanan darah tinggi.

Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah.

Cegah Hipertensi dengan CERDIK

C — Cek kesehatan secara berkala

Periksa tekanan darah, gula darah, dan faktor risiko lainnya sesuai anjuran tenaga kesehatan.

E — Enyahkan asap rokok

Hindari merokok dan paparan asap rokok untuk melindungi kesehatan jantung serta pembuluh darah.

R — Rajin aktivitas fisik

Biasakan berjalan kaki, bersepeda, senam, atau aktivitas lain sesuai kemampuan. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.

D — Diet sehat dengan kalori seimbang

Perbanyak sayur dan buah, batasi makanan tinggi garam, gula, serta lemak tidak sehat. WHO menganjurkan konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari untuk orang dewasa.

I — Istirahat cukup

Upayakan tidur berkualitas dan jadwal istirahat yang teratur.

K — Kelola stres

Lakukan relaksasi, aktivitas menyenangkan, dan bangun dukungan sosial yang positif.

Bagaimana Jika Sudah Mengalami Hipertensi?

Bagi masyarakat yang telah didiagnosis hipertensi, perubahan gaya hidup perlu disertai pengobatan apabila diresepkan oleh dokter.

Minum obat sesuai anjuran, lakukan kontrol secara teratur, dan jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri meskipun tekanan darah sudah membaik.

Mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah juga dapat membantu tenaga kesehatan mengevaluasi pengendalian hipertensi.

Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?

Lakukan pemeriksaan di Puskesmas apabila hasil pengukuran tekanan darah berulang kali menunjukkan angka tinggi, meskipun tidak ada keluhan.

Apabila tekanan darah mencapai sekitar 180/120 mmHg atau lebih, ulangi pengukuran setelah beristirahat singkat dan segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan arahan.

Jika disertai nyeri dada, sesak napas, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau gangguan penglihatan mendadak, segera cari pertolongan medis darurat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan