Beranda Edukasi Kesehatan Malaria: Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Malaria: Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Kasus malaria di Kabupaten Pohuwato meningkat signifikan sejak 2023 hingga 2025, dengan ratusan kasus tercatat per tahun dan memicu penetapan status KLB hingga darurat bencana non-alam. Untuk mengurangi penularan kasus malaria UPTD Puskesmas Paguat Melakukan tindakan preventif salah satunya dengan melakukan penyuluhan kesehatan tentang malaria kepada masyarakat yg ada di Desa Bumbulan pada tanggal 19 februari 2026.

Malaria merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari genus Anopheles. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk beberapa daerah di Indonesia.

Malaria dapat menyerang siapa saja, terutama masyarakat yang tinggal di daerah endemis, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah.


Penyebab dan Cara Penularan

Malaria terjadi ketika parasit Plasmodium masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Setelah masuk, parasit berkembang biak di hati dan kemudian menginfeksi sel darah merah. Penularan tidak terjadi secara langsung dari manusia ke manusia, melainkan melalui perantara nyamuk.

Faktor yang meningkatkan risiko penularan antara lain:

  • Lingkungan dengan banyak genangan air

  • Sanitasi yang kurang baik

  • Kepadatan penduduk tinggi

  • Kurangnya perlindungan terhadap gigitan nyamuk


Gejala Malaria

Gejala malaria umumnya muncul 10–15 hari setelah gigitan nyamuk terinfeksi. Tanda dan gejala yang sering terjadi meliputi:

  • Demam tinggi yang hilang timbul

  • Menggigil

  • Berkeringat berlebihan

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Mual dan muntah

  • Tubuh terasa lemas

Pada kondisi berat, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius seperti anemia berat, gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga kematian bila tidak segera ditangani.


Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis malaria dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan parasit. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan jenis malaria sehingga pengobatan dapat diberikan secara tepat. Pengobatan malaria harus mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan menggunakan obat antimalaria sesuai standar terapi. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan kekambuhan serta meningkatkan risiko resistensi obat.


Pencegahan Malaria

Upaya pencegahan malaria dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  • Menggunakan kelambu saat tidur

  • Memakai obat anti nyamuk atau lotion penolak serangga

  • Membersihkan lingkungan dan menghilangkan genangan air

  • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di daerah rawan nyamuk

  • Mengikuti program pengendalian vektor di masyarakat

Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi penularan malaria.


Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini dan pengobatan cepat merupakan kunci utama dalam penanganan malaria. Apabila seseorang mengalami demam setelah bepergian dari daerah endemis, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Semakin cepat malaria ditangani, semakin besar peluang kesembuhan tanpa komplikasi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan