MPASI Tepat Mulai Usia 6 Bulan
Daftar isi:
MPASI Tepat Mulai Usia 6 Bulan: Panduan Gizi untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai melebihi yang dapat dipenuhi oleh ASI saja. Karena itu, bayi perlu mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sambil tetap melanjutkan pemberian ASI. WHO dan UNICEF merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian MPASI yang aman dan bergizi mulai usia 6 bulan dengan ASI diteruskan hingga usia 2 tahun atau lebih.
Mengapa MPASI dimulai pada usia 6 bulan?
Sekitar usia 6 bulan, bayi membutuhkan tambahan energi dan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. MPASI yang terlambat diberikan atau diberikan dengan cara yang tidak tepat dapat membuat kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi secara optimal.
MPASI yang baik perlu memenuhi empat prinsip: tepat waktu, cukup kandungan gizinya, aman dan higienis, serta diberikan dengan cara yang sesuai dengan tanda lapar dan kenyang anak.
Berapa kali bayi perlu makan?
Pada usia 6–8 bulan, WHO menganjurkan MPASI sekitar 2–3 kali sehari. Pada usia 9–23 bulan, frekuensinya meningkat menjadi sekitar 3–4 kali sehari, dengan makanan selingan bergizi sesuai kebutuhan. Jumlah, tekstur, dan variasi makanan ditingkatkan secara bertahap mengikuti usia serta kemampuan makan anak.
Utamakan MPASI yang beragam dan bergizi
MPASI bukan sekadar bubur untuk membuat bayi kenyang. Menu perlu memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak dan zat gizi mikro. Kementerian Kesehatan mendorong menu lengkap dengan sumber karbohidrat, protein, sayur/buah dan sumber lemak, dengan perhatian khusus pada protein hewani seperti telur, ikan, ayam dan daging.
Penggunaan gula dan garam tambahan perlu dibatasi. Kementerian Kesehatan pada 18 Desember 2024 kembali menegaskan bahwa Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak menganjurkan pembatasan gula dan garam pada MPASI.
Jangan lupa keamanan makanan
Sebelum menyiapkan dan memberikan makanan, cuci tangan, gunakan peralatan yang bersih, pilih bahan makanan yang baik, masak makanan dengan benar, dan simpan makanan secara aman. WHO memasukkan kebersihan serta penanganan makanan yang benar sebagai prinsip penting pemberian MPASI.
MPASI perlu berjalan bersama dengan pemantauan pertumbuhan. Orang tua dianjurkan membawa bayi dan balita secara rutin ke Posyandu atau Puskesmas untuk penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa apabila berat badan anak tidak naik, anak perlu segera diperiksa agar masalah pertumbuhan dapat ditangani lebih dini.
Kapan perlu berkonsultasi?
Datanglah ke Puskesmas atau tenaga kesehatan apabila anak sulit makan terus-menerus, berat badannya tidak naik, mengalami penurunan berat badan, sering muntah/diare, menunjukkan tanda dehidrasi, atau terdapat kekhawatiran terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.








